Blog

artikel

Bahaya Kesehatan di Balik Warna Cantik Starbucks Unicorn Frappucino

Segala sesuatu yang bertema Unicorn tengah menjadi primadona di tahun ini. Mulai dari makeup hingga ramen, fenomena unicorn atau paduan warna-warna pink, ungu dan biru pastel ini juga merambah ke minuman. Adalah gerai kopi asal Amerika, Starbucks yang belum lama ini merilis minuman bernama Unicorn Frappucino.
 
Unicorn Frappucino adalah menu baru yang bisa ditemui di gerai-gerai Starbucks yang tersebar di beberapa kota seperti Toronto, Virginia dan Vancouver. Namun sayangnya tidak semua orang senang atas peluncuran minuman warna-warni ini.
Beberapa barista Starbucks merasa kesal dengan hadirnya Unicorn Frappucino. Rumit dan lamanya peracikan minum ini dianggap menjadi alasan utamanya. Belum lagi banyak pelanggan yang sengaja datang ke Starbucks hanya ingin memesan minuman tersebut, bahkan satu ordernya bisa mencapai 56 gelas!
Selain barista yang kesal dan mengeluh, rupanya ada kabar tak sedap yang mencuat dari segi kesehatan. Di balik warna-warni Unicorn Frappucino yang menggemaskan, ternyata kandungan gula dari minuman ini sangat tinggi.
 
Dilansir Best Health Magazine, satu cup Unicorn Frappucino berukuran grande ternyata mengandung 59 gram gula yang setara dengan ukuran 12 sendok teh gula. Sedangkan untuk ukuran venti, diketahui sebanyak 76 gram gula terkandung didalam minuman tersebut.
Padahal World Health Organization (WHO) hanya menyarankan mengonsumsi gula maksimal enam sendok teh gula per hari atau sekitar 36 gram untuk pria dan 25 gram untuk wanita.
Kandungan gula yang tinggi mengindikasikan bahwa kalori yang ada di dalamnya juga sangat tinggi. Nutrisi per sajian Unicorn Frappucino mengandung 410 kalori, 5 gram protein, 6 gram lemak (10 gram lemak tak jenuh), 62 gram karbohidrat, 0 gram serat, 45 miligram kolesterol, 230 miligram sodium dan 59 gram gula.
 
Warna-warni unicorn yang didapat juga berasal dari pewarna makanan yang jika dipakai terlalu banyak bisa mengganggu kesehatan. Selain itu, juga ditemukan kandungan karaginan yaitu bahan tambah pangan yang biasa digunakan untuk bahan pengenyal, pengental dan penstabil pada produk pangan seperti sosis, produk susu, keju dan es krim.
Sebuah penelitian menunjukkan jika pemakaian karaginan dilarang karena bisa memicu terjadinya inflamasi dan kanker. Mono dan digleserida asam lemak yang terkandung pada Unicorn Frappucino juga merupakan bahan tambahan makanan yang susah untuk dicerna dalam tubuh. Lemak sintetis ini bisa menyebabkan penyakit jantung.
 
Minuman ini sudah dipastikan tidak baik untuk dikonumsi oleh anak. Penyakit diabetes pun tak bisa terhindarkan jika kamu terlalu banyak mengonsumsi minuman yang hanya akan dijual sampai minggu depan ini.
Advertisements
berita

“Europe on Screen 2017”, Banjir Film Peraih Penghargaan

JAKARTA, KOMPAS.com – Festival Film Eropa bakal digelar lagi tahun ini. Sebanyak 74 film karya sutradara film ternama asal Eropa menjadi sajian utama dalam festival yang dikenal dengan sebutan Europe on Screen (EoS).

EoS 2017 ini akan berlangsung di enam kota di Indonesia, yakni Jakarta Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta, pada 5 hingga 14 Mei 2017.

“Kami mempersembahkan film-film pemenang penghargaan, antara lain Festival Film Berlin, penghargaan Oscar, Golden Globe, dan Film Eropa Terbaik 2016,” kata Direktur Festival EoS 2017 Orlow Seunke dalam konferensi pers EoS 2017 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2017).

“Banyak lagi pemenang penghargaan film lainnya, semuanya menghibur dan semua pemutaran film gratis,” tambahnya.

Dari 74 film tersebut ada sekitar 50 film yang berhasil masuk nominasi maupun yang menang dalam penghargaan perfilman dunia.

Di antaranya, A Man Called Ove (Swedia), Elle (Perancis), Room (Irlandia), Mustang (Perancis), dan lainnya.

“Tahun ini saya mengulang lagi kalimat yang saya ucapkan tahun lalu, ‘saya pikir ini adalah seleksi film-film terbaik’. Kami punya Best Foreign Film Oscar 2016, Son of Saul. Pemenang Berlin Film Festival 2016, Fire at Sea. Lalu Film Terbaik Eropa 2016, Toni Erdmann dan Best Foreign Film Golden Globe 2017, Elle,” ujar Orlow.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, puluhan film tersebut nantinya dibagi ke dalam enam segmen penayangan, yaitu 18 film di Xtra Section, 23 film di Discovery, 16 film Documenter, 6 film Retro, dan 11 film di Open Air Screening (layar tancap).

Film Perfect Day (Spanyol) yang menampilkan aktor kawakan Benicio Del Toro akan menjadi pembuka Festival Film Eropa 2017 yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada 5 Mei pukul 19.00 WIB.

Lalu, penutupannya berlangsung di Erasmus Huis, Jakarta Selatan, pada 14 Mei pukul 19.30 WIB dengan pemutaran film Here is Harold.

Film-film tersebut bakal diputar menyebar di sejumlah pusat kebudayaan dan kesenian. Contohnya di Jakarta digelar di Erasmus Huis, GoetheHaus, Institut Francais, Istituto Italiano, Kineforum, BintaroXchange, Gandaria City Mall, dan SAE Institute. F

estival Film Eropa ini kali pertama diselenggarakan pada 1990 lalu, kemudian yang kedua baru digelar sembilan tahun kemudian. Sejak 2003, festival ini mulai menggunakan slogan ‘Europe on Screen

berita

Serunya Menyaksikan Karakter Disney Berselancar di Arena Es

KOMPAS.com – Tepat pukul 10.30 WIB, pertunjukkan Disney on Ice bertema “The Wonderful World of Disney on Ice” dimulai.

Dibuka dengan munculnya empat sekawan Mickey Mouse, Minnie Mouse, Donald Duck, dan Goofy yang menyapa para penonton dan disambut dengan tepuk tangan meriah penonton yang didominasi anak-anak.

Mickey Mouse, Minnie Mouse, Donald Duck, dan Goofy menceritakan kisah-kisah apa saja yang akan hadir. Setelahnya, deretan karakter Disney bergantian menari di atas arena es memukau para penonton. Mulai dari kisah Aladin dan lampu ajaib, Simba dan Nala, Rapunzel, hingga Snow White dan Tujuh Kurcaci.

Menariknya, saat kisah Rapunzel, seorang penonton diajak ikut melepaskan lentera bersama Rapunzel dan Flynn diiringi lagu “I See the Light”.

Begitupun dalam cerita Aladdin, Jasmine dan Genie, ada empat penonton cilik berkostum princess, terpilih untuk ikut berselancar dengan kereta di atas arena es bersama para penari.

Semakin seru setelah itu, tiba-tiba semua tokoh princess dan princeDisney muncul dan menari bersama di atas arena es.

Pertujukkan yang berlangsung selama dua jam ini terbagi menjadi dua sesi, setelah sesi pertama, ada waktu istirahata sekitar 10 menit.

Waktu istirahat ini dimanfaatkan para penonton untuk ke kamar kecil, karena memang suhu di dalam hall pertunjukkan sangat dingin.

Ada juga yang menggunakan waktu istirahat untuk makan dan minum. Tenang saja, tak ada larangan untuk membawa makanan dan minuman ke dalam hall pertunjukkan ini kok.

Kalau sesi pertama didominasi dengan penampilan tokoh-tokoh Disney yang muncul di era 90-an, sesi kedua tampaknya memang lebih dinantikan oleh penonton cilik, karena tokoh-tokoh Disney terbaru beraksi di sesi ini.

Sebut saja kisah menyentuh Finding Dory yang berusaha menemukan kedua orangtuanya dibantu Nemo dan ayahnya. Ada juga penampilan atraktif Woody, Buzz Lightyear, dan kawan-kawan dari Toy Story.

Favorit saya dan juga yang paling dinanti penonton lainnya adalah Frozen, kasih sayang tulus antara kakak adik, Elsa dan Anna. Serunya petualangan di negeri es Arandelle bersama pangeran Hans, Kristof, dan Olaf manusia salju sangat mencuri perhatian. Apalagi, saat ada butiran-butiran salju yang turun.

Dibanding cerita lainnya, Frozen berdurasi lebih panjang. Lagu-lagu yang mengiringi ceritanya pun lebih banyak. Sehingga, anak-anak tak henti ikut bernyanyi lagu-lagu tema film Frozen yang populer.

Frozen memang menjadi klimaks pertunjukkan ini. Karena, setelah cerita Frozen selesai, semua tokoh Disney menari bersama dalam parade dan mengucapkan salam perpisahan.

Pertunjukkan Disney on Ice ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 20 April 2017 hingga 23 April 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD.

Uncategorized

UN, Mutu Pendidikan, Dan Peradaban Kita

PADA 10-13 April ini digelar pelaksanaan ujian nasional (UN) untuk tingkat SMA dan sederajat. Walaupun standar kelulusan UN bukan lagi sekadar nilai UN, tetapi UN masih menjadi salah satu penyangga penting arah pendidikan nasional Indonesia. Setidaknya dari nilai UN bisa dilihat kualitas pendidikan kita. Kejujuran dalam UN juga menjadi bukti arah pendidikan karakter yang sedang digalakkan Kemendikbud. Kesiapan sekolah tidak kalah pentingnya dalam menjaga iklim belajar yang kondusif bagi peserta didik. Sedangkan guru menjadi ujung tombak sangat menentukan lahirnya generasi baru yang berkualitas dan beretika. Sementara pemerintah berperan penting memberikan regulasi yang mendukung kualitas pendidikan yang menjanjikan.

Cermin pendidikan

Walaupun arah masa depan pendidikan nasional bukan hanya dinilai dalam hasil UN, akan tetapi hasil UN, apakah baik atau buruk, ialah cerminan dari arah pendidikan nasional kita. Prof Winarno (2008) melihat bahwa wajah pendidikan nasional kita harus dilihat secara detail, jangan sampai ad hoc dan sepotong-potong. Butuh rancangan dan strategi menyikapi beragam tragedi yang terus menyelimuti pendidikan nasional kita. Bagi penulis, dunia pendidikan tidak bisa dilepaskan dari beberapa hal. Seperti pemegang kebijakan (Depdiknas), guru, siswa, mekanisme pendidikan, dan sarana pendukung. Beberapa hal ini harus saling kait-mengkait untuk menghasilkan mutu pendidikan berkualitas. Terjadinya berbagai tragedi pendidikan, gagal dalam UN, misalnya, jangan hanya menyalahkan siswa, karena siswa dalam mekanisme dunia pendidikan bukan berdiri sendiri. Dalam konteks inilah, mutu pendidikan nasional harus segera dibangkitkan dengan serius. Dengan melakukan peningkatan kualitas kurikulum, guru, managerial, dan sarana pendukung. Dalam hal kualitas kurikulum, wajah pendidikan Indonesia sangat mengenaskan. Karena sering kali terjadi tragedi, yakni tidak adanya konsistensi kebijakan antara satu pemegang kebijakan dengan pemegang kebijakan berikutnya.

Setiap pergantian menteri juga berarti pergantian kebijakan kurikulum. Sekolah dan guru kerap kali bingung dengan berbagai kebijakan kurikulum yang dijalankan dinas pendidikan. Sehingga menjadikan arah pengelolaan pendidikan buram dan menyesakkan. Untuk itu, kurikulum harus disusun dengan serius, tidak mudah dirombak, dan sesuai dengan jati diri bangsa untuk kemajuan Indonesia. Adapun dalam peningkatan kualitas guru, pemerintah tidak hanya dengan peningkatan jenjang pendidikan guru, seperti melanjutkan strata dua. Tetapi, yang lebih krusial, peningkatan kualitas guru secara substansial. Dalam arti guru mampu menjadi inspirasi siswa dalam mengembangkan kemampuan akademik, kepribadian dan sosialnya. Guru yang inspiratif inilah yang harus diciptakan pemerintah. Sehingga guru tidak hanya terjebak dalam label formal pendidikan, dan program sertifikasi saja yang ujungnya hanya mencari material an sich.

Selain itu, kualitas managerial dengan pemimpin pendidikan yang inovatif juga sangat menunjang arah masa depan pendidikan kita. Pemimpin di sini meliputi seluruh kepemimpinan yang ada di negeri ini, khususnya kepemimpinan dalam pendidikan nasional kita. Kemendikbud sebagai pemegang kebijakan harus menerapkan konsep kepemimpinan yang bisa memberikan daya kemajuan dan inovasi kepada seluruh sekolah dan perguruan tinggi di RI. Kebijakan Kemendikbud akan menjadi rujukan utama. Selama ini, terkadang Kemendikbud gampang mengeluarkan kebijakan bongkar pasang. Satu menteri ke menteri berikutnya selalu diikuti pergantian kebijakan yang membingungkan, sehingga operasionalisasi pendidikan selalu terhambat di tengah jalan. Kebijakan kementerian yang berganti-ganti inilah yang menjadi problem serius kepemimpinan yang terpatri dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Dibutuhkan kepemimpinan seorang menteri yang bisa memberikan daya inovasi yang progresif sehingga wajah kemajuan segera teralisir. Dengan leadership yang baik, bisa dipastikan melahirkan kebijakan yang mengarahkan pendidikan kepada pembentukan pola kemajuan yang terarah. Di samping itu, kepemimpinan pendidikan juga harus semakin membaik sampai tingkat bawah. Bukan hanya tingkat kementerian, tetapi juga sampai Diknas wilayah dan kabupaten. Di samping sarana pendukung yang mencukupi, seperti perpustakaan yang megah, media pembelajaran yang lengkap, dan media ekspresi yang memadai. Di sinilah, bangsa Indonesia bisa menatap masa depan pendidikannya. Dari pendidikanlah, Indonesia akan menggapai kemajuan dan kesejahteraan. UN bukanlah proses yang pendidikan yang ‘selesai’. Sebelum dan sesudah UN bahkan jauh lebih penting untuk dipikirkan, ditata, dan dikelola dengan managemen yang profesional. Semua komponen bangsa harus bersama-sama menyongsong masa depan dengan mutu pendidikan yang baik, jangan hanya sibuk dengan kepentingan politik. Kegaduhan politik tanpa substansi hanya merusak mutu pendidikan kita.